Selasa, 20 Desember 2011

Budidaya Ikan Black Ghost


Black Ghost (Apteronotus albofrons)

Ikan Black Ghost (Apteronotus albofrons), berasal dari sungai Amazone, Brazil, Amerika Selatan. Ikan ini dikenal juga dengan sebutan ikan setan (ikan hantu), namun julukan ini sebenarnya kurang tepat, karena penampilan ikan hias ini tidak menakutkan, tetapi justru mempesona penggemarnya.
Jenis ikan hias Black Ghost saat ini banyak dibudidayakan oleh petani ikan hias di DKI Jakarta. Sedangkan pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang diekspor dan harganyapun cukup tinggi.

PEMIJAHAN
Pemilihan Induk.Induk yang baik untuk dipijahkan adalah ikan yang sehat dan sudah dewasa, berumur kurang lebih 1,5 tahun dengan ukuran panjang badan antara 7 - 8 inchi (20 - 30 cm).- Induk yang sehat dapat ditandai dengan warna tubuh yang cerah, bersih, tidak cacat serta gerakannya lincah (aktif).
Perbedaan Jantan dan betina.Induk betinaIkan betina mempunyai dagu pendek, badannya gemuk dan lebih besar dengan ukurannya lebih pendek daripada ikan jantan.Induk JantanIkan Jantan mempunyai dagu panjang dan rata (lurus) dengan badan panjang dan lurus.
Cara PemijahanPemijahan dapat dilakukan dengan dua macam cara yaitu :

a. Set Pasang.
Pemijahan dengan cara set pasang dilakukan di akuarium ukuran 100 x 50 x 40 Cm dapat diisi dengan 7 ekor induk dengan perbandingan 3 induk jantan dan 4 ekor induk betina.

b. Set Massal.
Pada pemijahan set massal, black ghost dipijahkan dalam kolam atau bak fiber glass dengan ukuran panjang 2,5 x 1,5 x 0,5 m. Ke dalam kolam atau bak fiber tersebut dapat diisi 20 ekor induk black ghost dengan perbandingan 8 induk jantan dan 12 induk betina.pH air yang ideal untuk pemijahan ikan adalah sekitar 6,6 tetapi ikan ini akan berkembang dengan baik pada pH 6 - 7.

c. Perlengkapan untuk pemijahan.
Tempat persembunyianTempat persembunyian merupakan salah satu perlengkapan penting yang dibutuhkan dalam pemijahan ikan black ghost. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan ikan black ghost yang menyukai suasana gelap. Sebaliknya balck ghost akan keluar dari tempat persembunyian. Ukuran tempat persembunyian disesuaikan dengan ukuran induk black ghost. Jenisnya dapat berupa pipa pralon, batu bata, atau genteng.
AeratorPenggunaan aerator adalah untuk menambah ketersediaan oksigen di dalam air.
Tempat untuk bertelur.Untuk tempat bertelur dapat digunakan bahan pakis atau ijuk yang telah ditata rapi.

d. Perawatan induk yang dipijahkan.
Suhu air selama masa pemijahan harus selalu dipertahankan yaitu berkisar anatara 26 sampai dengan 28 derajat Celcius dengan kisaran pH antara 6 - 7.
Jenis pakan untuk induk black ghost, yaitu cacing darah (blood worm) dan jentik nyamuk (larva nyamuk).
Cacing darah dapat diberikan dalam keadaan hidup atau beku. Sementara pemberian jentik nyamuk berfungsi untuk mempercepat penuaan sel telur. Saat proses pemijahan sebaiknya black ghost jangan diberikan cacing sutera karena kadar lemaknya yang tinggi. Jumlah pakan yang diberikan 3 - 4 %.
Penggantian air akuarium/bak pemijahan dilakukan dengan cara disipon/disedot sebanyak 1/3 bagian dari jumlah air keseluruhan.

PEMINDAHAN TELUR
Bersamaan dengan dimulainya kegiatan pembenihan maka perlu disiapkan akuarium untuk menampung akar pakis yang telah berisi telur.
Pengambilan pakis yang berisi telur dari kolam pemijahan dilakukan pada pagi hari setelah pada malam harinya induk jantan dan betina mengeluarkan sperma dan telurnya.

PEMELIHARAAN BENIH
Dalam waktu 3-4 hari telur black ghost akan menetas. Telur yang tidak menetas atau membusuk sebaiknya segera disipon atau dibuang agar tidak mengganggu kelangsungan hidup ikan yang baru menetas.

Anak black ghost yang baru menetas mula-mula berwarna putih dan seperti lendir. Dengan bertambahnya umur aanak black ghost akan berubah warna dari putih menjadi hitam. Perubahan warna ini juga diikuti dengan menghilangnya lendir dari tubuhnya.
Setelah berumur satu minggu, anak black ghost telah berwarna hitam.
Anak black ghost yang masih berukuran kecil diberi pakan kutu air atau artemia.

PEMBESARAN
Untuk pembesaran dapat dilakukan di aquarium ukuran 100 x 35 x 50 cm dan dapat diisi anak black ghost yang baru menetas 3-4 hari sebanyak 200 - 250 ekor.
Air yang digunakan sebaiknya air yang telah diendapkan selama sehari semalam.

Kualitas air selama pembesaran harus diperhatikan seperti halnya pada saat pemijahan.
Pada akuarium pembesaran diberikan perlengkapan aerator dan tempat persembunyian.
Dari usaha pembesaran, black ghost biasanya dipanen saat mencapai 2-3 inchi. 

Budidaya Ikan Zebra Danio


Zebra Danio (Brachidanio rerio)

Zebra Danio (Brachidanio rerio) berasal dari Myanmar, India, dan Srilangka. Ukuran tubuh maksimal sekitar 5 cm. Ikan ini bersifat omnivora, tetapi senang pakan alami permukaan seperti kutu air karena hidupnya di kolam air. Suhu untuk pemeliharaannya agak rendah, antara 25-27° C. Keasaman (pH) sedikit asam sampai netral (6,5-7,0) dan kekerasan antara 6-8° dH.

Daya tarik ikan ini terletak pada garis-garis horisontal putih perak dan biru di badan sampai ke sirip-siripnya. Antara betina dan jantan dapat dibedakan hanya setelah dewasa. Pada betina terdapat garis biru di daerah dubur, sedangkan pada jantan kuning emas.

Telur ikan ini tidak melekat. Untuk itu, dalam pemijahan sebaiknya dibuatkan sekat agar induk tidak memakan telur yang dijatuhkannya. Dapat pula diberi tanaman air yang rimbun agar telurnya tidak tampak. Perbandingan jantan dan betina untuk pemijahan ini biasanya 2 : 1 dan dapat dilakukan secara masal. jumlah induk dalam setup wadah berukuran 1 m2 dapat diisi sekitar 200 ekor.

Umumnya wadah untuk pemijahan berupa kolam atau bak semen. Untuk airnya sebaiknya tidak terlalu tinggi, cukup sekitar 10 cm, agar telur dapat cepat jatuh ke dasar atau sarang berupa tanaman air. Tanaman air yang digunakan sebaiknya dari jenis tanaman dasar seperti ganggang (hydrilla) yang cukup padat. Ini dimaksudkan agar induk tidak memiliki kesempatan untuk memakan telurnya karena terlindung. Airnya harus selalu diganti separonya agar induk bisa terangsang memijah.

Untuk pemijahan masal di kolam, sebelum dipijahkan sebaiknya jantan dan betina dipelihara terpisah. Nanti setelah induk betina tampak benar-benar sudah penuh telur (gendut) barulah dicampur dengan jantan.

Pada saat memijah, jantan akan mengejar betina dan betinanya akan menjatuhkan telur-telurnya ke air. Pada saat itu, jantan akan dengan cepat membuahi telur-telur tersebut. Setelah selesai memijah, jantan akan berhenti mengejar betina.

Telur yang sudah dibuahi tersebut harus cepat diambil atau induknya segera dipindahkan. Agar lebih mudah dipindahkan, dapat pula induknya diletakkan pada jaring di dalam kolam. Dengan cara ini telur akan jatuh ke dasar kolam. Bila sudah selesai memijah, jaring bersama induknya diangkat. Kolam dapat diberi aerasi kecil dari pompa udara. Telur tersebut akan menetas setelah 24 jam. Larvanya akan mulai berenang setelah dua hari menetas.

Penggantian air pada pemeliharaan larva dapat dilakukan setelah larva berenang atau setelah berumur sekitar tujuh hari. Penggantian air ini harus dikerjakan hati-hati dengan jumlah separonya atau sepertiganya saja. Bila diganti total, ikan akan cepat stres karena terjadi perubahan lingkungan yang tiba-tiba. Frekuensi penggantian air setiap tiga hari.

Pakan larva pertama dapat berupa artemia, rotifera, atau infusoria. Sementara kutu air dapat diberikan sesudah larva berumur 3-4 hari. Untuk ikan yang sudah besar atau dewasa, pakannya berupa cacing sutera atau cacing darah. Ukuran 2,2 cm sudah mulai dapat dijual setelah pemeliharaan sekitar 2,5 bulan.

Budidaya Ikan Sumatra

Ikan Sumatera ( TIGER BARB )


Sesuai dengan namanya ikan ini memang berasal dari sumatra, ciri ikan ini tampak jelas, badannya memanjang, pipih ke samping. Pada tubuhnya yang berwarna kuning keperakan terdapat empat buah garis berwarna hitam secara vertikal . satu buah di bagian kepala melewati mata dan tutup insang, dua buah di bagian badan, dan satu buah lagi di pangkal ekor.

Ikan Sumatera gerakannya lincah dan aktif berenang. Ikan ini tergolong pendamai tetapi bila sudah mencapai usia dewasa ikan ini agak sedikit usil dan suka menggejar ikan lain jadi jangan heran bila dipelihara bersama ikan lain dalam satu akuarium akan ada ikan yang ekor atau sisiknya pada rusak akibat keusilan ikan sumatera ini. Ikan ini cukup rakus, segala jenis pakan alami atau pakan buatan tak pernah ditolaknya.

Ikan ini tergolong mudah untuk dipelihara dan dikembangbiakan.
1. Persiapan saran pemijahan
Ikan dewasa  Panjangnya bisa mencapai 6 cm dapat dipijahkan secara massal atau berpasangan pada tempat yang tidak terlalu luas. Tempat pemijahan berupa bak semen atau akuarium dilengkapi dengan substrat atau tanaman air sebagai tempat menempelkan telur.
Toleransinya terhadap suhu , yaitu sekitar 20 – 60oC, pH netral sampai basa. Suhu optimal untuk pemijahannya 25oC dan kesadahan rendah, tinggi air dalam bak lebih kurang 30 cm, untuk mencegah jamur pada telur nanti sebaiknya air pada bak pemijahan diberikan obat anti jamur/methylene blue dengan konsentrasi rendah .
2. Pemilihan induk
Umur calon induk sebaiknya tidak kurang dari 6 bulan, panjang . Induk betina bila telah matang kelamin perutnya membulat serta lembek jika diraba, warna tubuhnya biasa saja. Sebaliknya, ikan jantan lebih ramping dan warna tubuhnya mencolok. Ikan jantan yang telah matang kelamin sering berubah warna.
3. Pemijahan induk
Substrat/Tanaman air hydrilla yang telah dicuci bersih dimasukan kedalam bak pemijahan. Induk hasil seleksi dilepaskan sore hari dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 1.
Pemijahan mulai terjadi malam atau pagi hari sebelum jam 10. Substrat/Tanaman air sebagai tempat menempel telur harus dikontrol untuk mengetahui ikan sudah bertelur atau belum. Hal ini sangat penting karena telur sangat kecil dan berwarna bening ,selesai pemijahan induk segera ditangkap dan dipindahkan ke tempat lain, sedangkan telur yang menempel pada tanaman air tetap dibiarkan pada bak pemijahan sampai menetas. Telur akan menetas dalam waktu 2 hari. Paling lambat 3 hari .
4. Pemeliharaan larva
Pada minggu pertama, larva diberi infusoria,rotifera atau kutu air saring karena masih lemah, belum aktif, dan alat pencernaannya belum terbentuk sempurna. Memasuki minggu ke tiga, benih sudah lebih kuat serta aktif makapakan sudah dapat ditambah dengan pakan buatan. Pakan tambahan berupa tepung pelet halus atau cacing sutera dapat diberikan sampai akhir pemeliharaan untuk mempercepat pertumbuhan ikan .umur 2 bulan ikan sudah bisa dipanen dan dipasarkan.

Budidaya Ikan Guppy

Guppy (Poecilia Reticulata)

Guppy awalnya hidup di rawa air payau. Ikan ini berkembang biak dengan cara beranak sehingga pemijahannya tergolong mudah. Induk jantan mempunyai warna yang cerah, tubuh yang ramping, sirip punggung yang lebih panjang, mempunyai gondopodium (berupa tonjolan memanjang di belakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal berupa sirip panjang. Untuk indukan betina mempunyai tubuh gemuk, warna yang kurang cerah, sirip punggung kecil, sirip perut berupa sirip yang halus.


Selain warna, bentuk dasar ekor ikan guppy juga bervariasi. Guppy dibagi berdasarkan bentuk ekornya yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek). Tiap varietas mempunyai 4 macam bentuk ekor. Varietas terbaru yaitu Ribbon/Swallow. Ini merupakan varietas baru dari berbagai persilangan menyebabkan mutasi gen merupakan hasil dari kawin silang dari berbagai jenis ikan ini.


Guppy berkembang biak dengan cara beranak. Anak guppy yang baru lahir sudah langsung dapat berenang dengan baik. Hal ini terjadi karena proses pembuahan guppy secara internal yaitu perkawinan terjadi pada saat organ gondopodium yang terletak pada sirip anal dimasukkan ke dalam organ telur betina.


Guppy jantan yang akan mengejar betina siap kawin. Setiap kali perkawinan dapat dijadikan 3 kali kelahiran. Waktu kelahiran berkisar 3 minggu dan seekor betina dapat menghasilkan 60 ekor burayak.


Dengan memahami proses pembuahan sampai dengan kelahiran ikan guppy maka perlu dipakai suatu metode agar perkawinan guppy dengan mudah dapat diatur dan dikendalikan sesuai dengan keinginan kita. Kelemahan dari pembudidayaan guppy adalah ketidaktelitian terutama yang menggunakan sistem kawin masal. Teknik yang digunakan dalam menghasilkan strain guppy yang unggul dalam dengan menghasilkan F4 atau biasa juga disebut dengan sistem line.



Untuk mencari guppy yang bagus biasanya dapat dicari dengan betina yang mempunyai bentuk ekor yang bagus. Sedangkan untuk jantan biasanya dicari warna yang paling cerah juga dominan. Untuk guppy Ribbon, betina Ribbon sangat dominan, sedangkan untuk jantan tetap jantan normal, sehingga untuk mendapatkan guppy Ribbon jantan yang bagus masih diperlukan jantan normal.

Budidaya Ikan Neon Tetra

Neon Tetra (Paracheirodon innesi)




Neon Tetra (Paracheirodon innesi) ini berasal dari daerah Amazon, dekat perbatasan Peru. Di alam aslinya, ikan ini bersifat omnivora. Warna tubuhnya sangat spektakuler dan bercahaya. Punggungnya hijau lembut dengan strip biru terang di sepanjang tubuhnya. Perutnya putih dan antara pangkal ekor ke atas berwarna merah menyala. Siripnya transparan, tidak berwarna. Ukuran tubuh maksimal hanya sekitar 3 cm.




Ikan ini tergolong kuat dan toleran terhadap perubahan pH maupun suhu untuk pemeliharaannya. Namun demikian, sangat sukar bagi ikan ini memijah kalau kondisi lingkungannya tidak optimal.

Suhu untuk pemijahan sekitar 23-24° C. Kekerasan airnya pun sangat rendah, yaitu sekitar 3° dH, karena daerah asalnya miskin mineral. Sementara pH airnya sekitar 5,5-6,0. Air untuk hidupnya harus bersih dan jernih.

Induk jantan dan betina dapat dibedakan dengan jelas. Pada jantan terdapat garis biru lurus, sedangkan pada betina garis biru tersebut bengkok. pemijahan neon tetra ini dapat dilakukan secara berpasangan dalam akuarium kecil dengan perbandingan jantan betina 1 : 1. Induk dapat dipasangkan bila sudah siap memijah.

Saat dipasangkan, induk tidak diberi pakan agar air tetap bersih. Walaupun tidak dianjurkan, ke dalam akuarium pemijahan dapat diberi tanaman air sebagai substrat. Namun, kondisi tanaman air tersebut pun harus bersih. Oleh karena ikan akan memakan telurnya, sebaiknya akuarium diletakkan di tempat remang atau gelap agar induk tidak dapat melihat telurnya. Biasanya pemijahan ikan ini berlangsung malam atau sore hari.

Sesudah bertelur, induk dapat diambil atau dikeluarkan dari akuarium. Setelah 24 jam, telur akan menetas. Biasanya air untuk penetasan tidak diberi aerasi agar pH-nya stabil. Kalaupun diberi, aerasinya sangat kecil. Ada pula yang memberi daun asam agar keasaman air terpenuhi.
Larvanya berwarna transparan dan agak sulit dilihat dengan mata telanjang. Larva ini tidak toleran atau tahan terhadap sinar yang kuat sehingga akan lebih baik kalau dirawat di tempat gelap atau remang.

Umur empat hari larva dapat mulai diberi pakan. Pakan larva pertama berupa infusoria yang diberikan selama tiga hari. Kemudian larva dapat diberi nauplii anemia atau kutu air saring. Pakan untuk pembesaran berupa kutu air besar.

Pertumbuhan ikan ini termasuk cepat asalkan kondisinya cocok. Pembesarannya dapat dimulai dari benih berumur 3-4 minggu. Pada umur tersebut ikan sudah bisa dipelihara di tempat terang walaupun tetap harus teduh. Ukuran 1,8 cm atau umur 2,5 bulan sudah dapat dijual.



Sumber http://www.caraternakikan.com/

Budidaya Ikan Molly

Molly (Poecilia Sphenops)

Molly (Poecilia sphenops) berasal dari Meksiko, Florida, Virginia. Ikan ini bersifat omnivore. Ukuran tubuhnya relatif cukup besar, maksimal sekitar 12 cm. Hingga kini sudah banyak varietas yang beredar di pasaran dengan warna dan bentuk tubuh yang beragam akibat persilangan dan mutasi. Molly balon, misalnya, yang bertubuh seperti bola akan tampak sangat bagus seperti maskoki mini bila ukurannya sudah besar.

Di habitat aslinya, molly menghendaki suhu perairan 25 - 28° C dengan pH 8 dan kekerasan sekitar 14-20° dH. Namun, karena sudah lama dipelihara di daerah dengan pH netral (sekitar 7) maka saat ini tampaknya pembudidayaan di daerah ber-pH netral pun sudah tidak ada masalah. Hanya saja jenis ikan ini kurang toleransinya terhadap perubahan atau goncangan suhu yang tinggi.

Membedakan jantan dan betina ikan molly ini sangat mudah. Dibanding jantan, betina biasanya lebih gemuk. Sirip punggung jantannya lebih panjang dan lebar serta tubuhnya lebih kecil dan langsing dibanding betina.

Memijahkan molly hampir sama dengan guppy. Hanya saja hasilnya akan lebih bagus bila kondisi airnya agak keras. Untuk itu, penambahan garam dapur sekitar satu sendok makan per tiga liter air akan membantu memperbanyak produksi anakan molly. Selain itu, kecukupan sinar matahari merupakan syarat agar berhasil membudidayakan molly. Molly akan menjadi induk setelah berumur lima bulan. Ukuran jualnya sekitar 2,5-3,0 cm yang dapat dicapai dalam waktu 3-4 bulan.

TEKNIK PEMIJAHAN

1. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah
2. Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang
3. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

sumber : Darti S.L dan Iwan D. Penebar Swadaya, 2006

Senin, 19 Desember 2011

Budidaya Ikan Cupang

Cupang (Betta Splendens)


Beragam warnanya nan indah serta kemolekan tubuhnya ikan cupang selain di jadikan ikan aduan juga merupakan ikan hias yang cukup menghibur mata dikala penat beraktifitas.  Dengan keindahannya itu, yang umumnya di miliki oleh ikan cupang pejantan, membuat ikan tersebut sombong. Hal ini akan terlihat ketika ikan cupang pejantan di asingkan untuk beberapa lama dari teman/keluarganya. Ketika cupang jantan yang diasingkan itu di pertemukan kembali ke teman/keluarganya maka hal yang akan terjadi adalah sebuah perkelahian yang amat sengit.



Tidak ada alasan/motif yang memicu perkelahian tersebut, mungkin hanyalah  untuk menunjukan kesombongan dengan kekuatan dan keindahannya, mereka  saling menghancurkan bentuk dan keindahan lawannya hingga salah satu mereka merasa kalah.

Karena bentuk dan warnanya yang indah dan sifatnya, ikan ini banyak yang minat untuk di pelihara maupun di kembangkan. Adapun cara pengembangbiakan ikan cupang sangatlah gampang, yaitu :

1. Sediakan wadah yang yang cukup luas,  artinya anda dapat dengan leluasa menangkap induk betina setelah bertelur tanpa merusak sarangnya. Ketinggian air sekitar 15-25 cm. Letakan di tempat yang sejuk.

2. Pilihlah indukan (jantan dan betina) yang baik dan sehat. Untuk jantan Bisa di lihat dari mengkilatnya warna sisik, gerakannya agresif dan  seritnya tebal. Untuk betina yang sudah matang kelamin (salah satu cirinya adalah terdapat bayangan telur di sekitar perutnya berupa bintik-bintik putih)

3. Masukan cupang jantan terlebih dahulu ke dalam wadah, perhatikan pinggiran wadah,  apakah jantan tersebut sudah mulai membuat busa?

4. Masukan betina jika pejantan sudah membuat busa di pinggir wadah.

5. Tutup wadah kemudian tunggu hingga 2 sampai 3 hari, lalu cek kondisi sarang. Jika terdapat butiran-butiran putih yang menempel di busa tersebut, segeralah pisahkan/keluarkan induk betina dari wadah.

6. Berilah makanan secukupnya untuk pejantan (2 jentik nyamuk atau sujung lidi cacing halus). Berguna agar telur tidak dimakan oleh pejantan karena lapar.

7. Benih akan menetas setelah 2-3 hari. Setelah berumur 3-4 hari dimana kuning telurnya sudah hilang, benih cupang bisa di kasih makan biskuit ikan yang dihaluskan secukupnya, karena akan memudahkan dimakan ketika biskut tersebut lunak, atauberi kuning telur tawar. Jangan beri kuning telur terlalu banyak karena bisa membuat air menjadi keruh, bau, dan berminyak.

8. Beri kutu air setelah umur 1-2 minggu, kemudian untuk mempercepat pertumbuhan boleh di kasih cacing halus.